Bagi yang tertarik untuk budidaya buah naga dalam pot atau ingin tahu cara menanam buah naga di pot supaya cepat berbuah bisa simak artikel anam.my.id berikut ini.

Cara Menanam Buah Naga

Buah Naga

Sekilas Mengenai Buah Naga

Buah naga adalah salah satu buah yang sedang populer. Buah naga rasanya manis dan berair, serta lembut dagingnya. Selain itu buah naga juga sangat mudah untuk ditanam, tak perlu gunakan teknik khusus yang ribet dan menyusahkan. Buah naga yang bahasa Inggrisnya Pitaya ini adalah buah dari kaktus marga Hylocereus dan Selenicereus. Asalnya dari Meksiko, namun kemudian dibudidayakan di negara-negara Asia seperti Filipina, Vietnam, Malaysia dan tentu saja Indonesia. Tetapi buah ini juga bisa ditemukan di Tiongkok Selatan, Okinawa dan beberapa negara tropis lain.

Tanaman ini dibawa orang Perancis ke Vietnam sebagai tanaman hias tahun 1870, namun kemudian orang Vietnam dan orang Cina menganggap buahnya membawa berkah karena warnanya yang merah mencolok, buah ini juga sering dijadikan sajian di altar. Apalagi rasanya yang manis, berair dan mengenyangkan, sangat cocok dengan filosofi hidup yang sejahtera. Pohonnya yang tidak rewel perawatannya juga menjadi pertimbangan sendiri kenapa bisa dijadikan buah yang dinilai penuh berkah.

Cara Menanam Buah Naga di Pot

Ada beberapa cara yang bisa kita gunakan jika ingin menanam buah naga, bisa ditanam di kebun atau di halaman rumah yang lega. Akan tetapi jika kita tak memiliki halaman rumah yang lega, maka kita hanya membutuhkan pot saja untuk memiliki stok buah naga gratis.

Cara Menanam Buah Naga di Pot

Cara Menanam Buah Naga di Pot

Siapkan Pot

Sangat asyik jika kita menanam buah naga di pot karena kita bisa menggunakan pot tersebut sebagai penghias rumah. Untuk pemilihan potnya itu sendiri bisa sesuai keinginan, boleh pakai pot yang berbahan plastik, tanah liat, semen coran atau juga memakai drum bekas yang dibagi dua. Hanya saja untuk buah naga itu sendiri, sangat dianjurkan untuk menggunakan pot dari tanah liat, sebab buah naga itu membutuhkan perubahan suhu yang berbeda (drastis) dari siang ke malam saat mereka sedang melakukan pembungaan. Perlu diperhatikan, semakin besar potnya, semakin bagus. Minimalnya adalah pot dengan diameter 40 centimeter.

Mengisi Pot dengan Media Tanam + Tiang Penopang

Setelah menemukan pot yang pas, maka kita juga harus menyiapkan tiang panjatannya, itu karena buah naga membutuhkan semacam tiang penopang supaya  bisa menahan beberapa cabangnya agar tidak roboh. Jadi nantinya tiang tersebut akan dililiti oleh beberapa pohon sekaligus di proses penanaman pertama mereka. Carilah tiang panjatan yang paling kuat, misalnya saja yang terbuat dari kayu yang kokoh atau menggunakan tiang besi. Setelah itu kita juga harus menyiapkan media tanam untuk memulai penanaman, yang harus disiapkan adalah tanah subur, pasir kering, dan juga kompos, pastikan memiliki perbandingan 2:1:3:1. Kemudian setelah semuanya siap, maka kita harus menyiramnya dengan menggunakan air bersih sampai kondisi jenuh. Jangan dulu dipakai untuk menanam buah naga, pastkan dulu kita membiarkannya semalaman penuh.

Siapkan Bibit Unggul

Beralih pada pemilihan bibit, kita harus mencari bibit yang batangnya sudah tua, dan juga batangnya besar serta kokoh. Pastikan juga batang yang kita pilih tersebut memiliki ketahanan terhadap penyakit dan hama, serta dalam kondisi sehat. Akan jauh lebih baik jika batang yang kita pilih tersebut sudah pernah berbuah sebanyak 3 sampai 4 kali, hal itu untuk mengetahui seberapa bagus bibit tersebut memproduksi buah naga. Hal ini juga dimaksudkan supaya kita bisa lebih cepat panen buah, dan produkstivitasnya juga sudah bisa ketahuan.

Proses Penanaman Bibit

Untuk ukuran bibitnya, setidaknya siapkan yang panjangnya 30 cm dan bibit tersebut kemudian ditanam dalam pot yang telah dimasukkan medianya, tanamkan sedalam 10 cm. Setelah bibitnya ditanam, tekan-tekan sedikit tanahnya supaya bibitnya kokoh dan tidak roboh. Jika sudah berdiri tegak maka kita bisa menyiramnya dengan air bersih, letakkan pot tersebut di tempat yang terbuka dan terkena sinar matahari langsung.

Budidaya Buah Naga

Budidaya Buah Naga

Masalah yang Timbul ketika Membudidayakan Buah Naga

Saat melakukan budidaya tanaman pasti selalu ada masalah yang terjadi, baik itu saat proses penanaman sampai proses pembuahan, bahkan saat terjadi pembuahan juga masalah itu tetap saja terjadi. Berikut ini adalah beberapa masalah yang biasa terjadi saat menanam buah naga :

  • Pertumbuhan yang lama dan lambat pada tunas atau batang buah naga yang kita tanam
  • Batang subur dan gemuk tapi buah naga tak kunjung berbuah
  • Berhasil berbunga tetapi buah naga tak juga jadi buah
  • Saat batang pohon mampu berbuah, akhirnya gugur dan busuk

24 Manfaat Buah Naga Untuk Kesehatan dan Kecantikan

Solusi Permasalah dalam Budidaya Buah Naga

Berikut ini adalah beberapa solusi yang bisa kita lakukan untuk mengatasi masalah yang terjadi saat penanaman buah naga. Silahkan disimak :

Memilih Pupuk yang Benar agar Tunasnya Cepat Tumbuh

Jika masalah kita adalah tunas yang tak kunjung tumbuh besar, maka kita harus melakukan pemupukan dengan menggunakan pupuk organik atau disebut juga sebagai pupuk kandang. Untuk pohon buah naga, cocoknya menggunakan pupuk dari kotoran ayam. Tetapi mau pakai pupuk kemasan pun tak apa, pilihlah pupuk dengan unsur N yang lebih tinggi dari pada P dan K.

Cara Pemupukan yang Benar Supaya Lekas Berbuah

Untuk memupuk buah naga supaya lekas berbuah harus dilakukan saat buah naga sudah cukup dewasa, jika ingin gunakan pupuk kandang maka gunakanlah pupuk dari kotoran kambing. Tetapi jika pakai pupuk kemasan, maka harus menggunakan pupuk dengan unsur P yag lebih tinggi daripada N.

Cara Mengatasi Pohon yang Gagal Terus Saat Berbuah

Seperti halnya tanaman berbuah lainnya, buah naga juga butuh penyerbukan pada bunganya supaya bisa jadi buah. Penyerbukan itu sendiri dilakukan dengan bantuan lebah. Tetapi jika misalnya tak ada lebah, maka kita harus melakukannya dengan manual, yakni dengan cara mengawinkan bunga buah naga yang kita tanam. Sementara itu untuk mengatasi bunga yang selalu busuk dan gugur, sebaiknya berikan KNO3 saja saat mulai muncul bakal bunganya.

 

Satu hal yang harus diperhatikan saat menggunakan pupuk kandang, pastikan kita menggunakan pupuk kandang yang kondisinya sudah kering atau yang sudah matang (siap pakai), apalagi jika pupuknya sudah difermentasi supaya hasilnya lebih bagus.

Nah, sekarang kita sudah selesai menanam buah naga dan sudah memiliki tanaman buah naga sendiri di halaman rumah kita. Tugas selanjutnya adalah melakukan perawatan dan juga pemeliharaan tanaman buah naga tersebut dalam pot, dari mulai melakukan penyiraman secara rutin (jangan terlalu sering karena buah naga tak terlalu membutuhkan banyak air), pemupukan, sampai dengan pemangkasan cabang. Selain itu kita juga harus memperhatikan bibit buah naganya tetap menempel pada tiang penyangga yang sudah disiapkan, ikatlah menggunakan tali rafia atau kawat yang kuat. Tapi jangan terlalu kencang juga sebab bisa mempengaruhi pertumbuhannya nanti. Lalu bagaimana jika kita ingin menanam buah naga di media yang terbuka misalnya sawah dan kebun? Kita bisa melakukannya sesuai dengan cara yang dilakukan untuk menanam buah naga di pot. Tidak sulit, kan?

Cara Membuat Jus Buah Naga Merah untuk Diet dan Cemilan Sehat

Jika anda merasa artikel tentang cara menanam buah naga atau cara budidaya buah naga ini bermanfaat, silahkan untuk dishare kepada teman-teman anda sehingga makin banyak yang bisa menanam buah naga sendiri di rumah. Terima kasih


Syaiful Anam

Nubi Internet Marketer. Kerjaannya jualan online di www.amanjayastore.com dan pabrikpayungpromosi.blogspot.com. Penulis tunggal di anam.my.id